Tuesday, July 31, 2007

mendaki gunung sebagai sebuah filosofi hidup

mendaki gunung sebagai sebuah filosofi hidup

yaa benar, mendaki gunung tak jauh berbeda dengan kehidupan. samtaims
kita melewati tanjakan yang terjal, hingga kita hampir2 menyerah,
terkadang juga kita menyusuri jalanan di tepi jurang, harus hati2
melangkah karena jika tidak berhati2 bisa terpeleset. ketika
terpeleset mampukah kita melanjutkan perjalanan, atau memilih mundur
dan turun untuk selanjutnya pulang.

terkadang melewati turunan yang curam, terkadang hanya padang ilalang
datar ratusan meter. terkdang harus berhenti untuk melepas lelah
setelah perjalanan panjang.

seperti halnya hidup, ketika menempuh perjalanan kita banyak mengeluh
karena capek atau menikmati saja pemandangan sekitar. itu adalah
pilihan. dengan jalur yang sama, beban yang sama, sikap pendaki satu
dengan yang lain tentu akan berbeda.

beratnya beban di punggung adalah bekal kita. tidak murah memang
segala bekal kita namun sangat sepadan dengan apa yang akan kita
nikmati selama mendaki gunung.

sesekali kita membutuhkan orang lain untuk berpegangan ketika melewati
titian. terkadang kita harus mempercayakan nyawa kita kepada teman
kita ketika kita perlu memanjat bagian gunung berupa tebing yang
curam. sesekali kita membutuhkan teman kita untuk memasang tenda.
sesekali kita membantu merawat teman yang sakit atau cidera dalam
pendakian.

kadang kita mebawa bekal yang "wah", chicken nugget, baso, sayuran
impor, sosis, jeruk mandarin, minuman bersoda dan berwarna, dsb, keril
dengan bendera inggris sebagai logo, sleeping bag isi bulu angsa,
sepatu trek dengan harga enam digit, dsb. terkadang pula kita hanya
membawa daypack isi raincoat dan snack ringan dengan beralas kaki
sandal jepit empat ribuan rupiah.

di gunung kita hanyalah penumpang, numpang lewat, numpang nge-camp,
numpang buang air. sering terjadi hal2 di luar akal sehat dan logika
ketika kita tidak mengindahkan "tata krama" di gunung. disadari atau
tidak, percaya atau tidak, hukum sebab akibat, karma dan samsara,
berlaku sebagaimana kehidupan sehari2.

bagaimana kita mempatkan diri di gunung, terhadap penduduk setempat,
terhadap pepohonan, sungai, satwa, dan sebagainya merupakan gambaran
bagaimana kita hidup sehari2. bagaimana perilaku seseorang di gunung
adalah perilaku sesungguhnya dia di kehidupan sehari2nya.

satu pendaki dengan pendaki lain berbeda pandangan mengenai pendakian
yang berhasil. si A berpadnagan pendakian yang berhasil adalah jika
dia telah sampai di puncak walau mungkin teman2 se-timnya tidak
berhasil. si B berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika
seluruh anggota tim berhasil ke puncak bagaimanapun caranya.

ada yang lebih senang mendaki sendirian, karena berbagai alasan, tidak
mau merepotkan orang lain, lebih bebas sendirian, tidak mau direpotkan
orang lain, sok berani, dsb. ada yang lebih suka dalam kelompok kecil
karena bisa saling membantu, saling ketergantungan, mudah diatur2,
dsb.

ada yang mendaki dengan menikmati keseluruhan perjalanan dari belanja
hingga puncak, hingga turun lagi, ada yang berprinsip bersakit2 dahulu
(perjalanan berat, bawaan banyak, bekal lebih dari cukup)
bersenang-senang kemudian (baru di puncak bisa menikmati naik gunung,
keberhasilan katanya, bongkar bekal, dan pesta), ada yang dari awal
sampai turun lagi cuma ngeluh karena mendaki gunung karena terpaksa..

bagaimana kita mendaki gunung, seperti itulah kita menjalani hidup kita..

..

catatan akhir:
kepada gunung dan hutan rimba aku belajar,
mengenal aku dan ke-aku-an,
belajar melangkah,
menyingkronkan mata dengan hati,

Sang Pencipta, jangan Engkau ambil dulu kemampuanku untuk menikmati
dan mensyukuri segala karuniaMu..
percayakan kepadaku untuk kujaga hingga esok

--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life
YM: hanung_665

11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal

Sunday, July 29, 2007

[Kawruh Basa Jawa] Jenenge godhong..

aren : dliring
asem : sinom
cocor bebek : tiba urip
dhadhap : tawa
gedhang : ujungan
gedhang garing : klaras
gebang : kajang
jambe : procot
jarak : bledek
jarak kebo : lomah-lomeh
jati : jompong
kacang brol : rendeng
kacang lanjaran : lembayung
kates : gampleng
kecipir : cethethet
kelor : limaran
kemladheyan : kumudu
kluwih : kleyang
krambil : blarak
krambil enom : janur
lempuyang : lirih
lombok : sabrang
mlinjo : so
pari : damen
pring : elarmanyura
randhu : baladewa
siwalan : lontar
tales : lumbu
tebu garing : rapak
tela : jlegor
turi : pethuk
wuni : mojar
widara putih : trawas


--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life

11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal

Wednesday, July 18, 2007

membersihkan sensor 30D yang kotor

sebenarnya dari kmaren abis antar pak asep udah nyadar klo sensor
kmasukan debu bandel. tapi lupa tidak membersihkannya.

tadi pas motret liputan kedatangan tim akreditasi ke unmuh baru nyadar
di bandara klo sensor kotor yang kmaren belum bersih. bongkar lensa
trus di-blow ga bersih2, juga ke arah sensor ga bersih2 juga. alhasil
hasil foto semua ada noktah hitamnya..dan ini baru ngedit di ps biar
ilang noda tersebut.

berhubung batere kamera lobet jadi ga bisa memanfaatkan cencor cleaning.

akhirnya terbersit ide buat bulb 10 detik dengan lensa terbuka
kemudian di-blow dengn hati2. alhamdulilah debunya udah ilang.

nge-blownya hati2 jangan sampe ujung blower masuk di bawah mirror
soalnya klo pas mirrornya balik lagi bisa2 kejepit tuh ujung blower.

--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life

11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal

Sunday, July 15, 2007

Stringer

Stringer
Professions Wed, 01 Mar 2006 14:08:00 WIB

Kalau kita coba tengok dictionary untuk mencari arti kata "stringer",
di situ akan ditemukan berbagai arti. Mulai dari "pengupas", "balok",
sampai pada arti yang berhubungan dengan media massa. "Stringer",
dalam lingkup dunia jurnalistik, dimaksudkan sebagai wartawan lepas
atau pencari berita yang bekerja untuk sebuah media tertentu--biasanya
kantor-kantor berita asing.

Jika mengacu pada kantor-kantor berita asing yang ada di Indonesia,
tentu perhatian kita otomatis akan lari pada Reuters, AFP dan Jiji
Press. Namun bukan berarti di media-media massa lain tidak
mempekerjakan seorang stringer, hanya saja profesi ini terasa lebih
dibutuhkan di kantor-kantor berita asing.

Sekarang mari kita cermati, apa sih yang dinamakan "stringer"
tersebut? Stringer adalah seorang wartawan lepas, yang bekerja secara
lepas di sebuah media massa tertentu. Tapi fungsinya lebih dari
sekedar seorang mahasiswa jurnalistik yang bekerja part-time di sebuah
media, karena seorang stringer idealnya diharapkan memiliki
spesialisasi di bidang berita tertentu. Misalnya di bidang politik,
bidang sosial budaya, bidang ekonomi dan sebagainya. Seorang stringer
juga diharapkan memiliki jaringan dan kontak yang luas di bidang
berita yang dikuasainya tersebut, hal mana yang tentunya sangat jarang
dimiliki oleh seorang mahasiwa part-time yang bekerja sebagai reporter
di sebuah media massa tertentu.

Ruang lingkup kerja seorang sringer adalah mengumpulkan
sebanyak-banyaknya berita berkualitas yang terjadi di bidang berita
yang dikuasainya tersebut, untuk kemudian dilaporkan pada media
tempatnya bekerja. Sebagai contoh: seorang stringer yang ditempatkan
di desk politik, dimana dia diharapkan memiliki pengetahuan, jaringan
dan kontak yang luas di bidang tersebut, yang membuatnya lebih mudah
menembus sumber-sumber yang berkaitan dengan berita-berita politik
yang masih hangat. Stringer di desk politik ini diharapkan menjadi
garda terdepan bagi berita-berita politik yang sedang hangat, semisal
demonstrasi mahasiswa/ karyawan/ buruh, pemecatan seorang pejabat,
berita-berita korupsi atau penggelapan dana, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan seorang stringer yang ditempatkan di desk kriminal,
dimana dia diharapkan sebagai "orang yang pertama kali tahu" mengenai
kasus-kasus kriminal yang terjadi di sekitarnya: pembunuhan,
pemerkosaan, perampokan dan lain-lain. Hal yang sama terjadi pada
stringer untuk desk ekonomi, sosial budaya, dan lain sebagainya.

Karena harapan yang dibebankan di pundaknya tersebut, seorang stringer
biasanya datang dari kalangan reporter resmi sebuah media massa, yang
bekerja dobel sebagai seorang stringer di media lainnya. Karena itu,
tidak heran bila profesi ini tidak memiliki ikatan resmi yang diikuti
oleh hal-hal seperti pengangkatan sebagai karyawan tetap, karena
sifatnya yang "undercover". Kebanyakan stringer yang ada di
kantor-kantor berita asing, biasanya sudah memiliki "jam terbang"
cukup tinggi sebagai reporter, plus jaringan cukup luas dalam bidang
berita yang dipegangnya.

Deskripsi kerja seorang stringer biasanya sebagai berikut: mencari dan
mengumpulkan berita, untuk kemudian dilaporkan pada media tempat ia
bekerja sebagai seorang stringer melalui telepon. That's it. Cukup
simpel bukan? Namun di beberapa media, seorang stringer juga
diharapkan menulis berita yang didapatnya di lapangan, seperti kantor
pusat Jiji Press di Singapura, misalnya.

Seorang stringer dibayar berdasarkan berita yang didapatnya di
lapangan. Bila dalam satu hari ia mendapatkan 3-4 berita eksklusif
atau layak muat, sebanyak itulah ia akan dibayar. Mengenai berapa
penghargaan yang didapat untuk satu berita, tidak terdapat jumlah yang
saklek yang berlaku di seluruh media atau kantor berita yang
mempekerjakan seorang stringer. Hal ini sangat relatif, tergantung di
media mana ia bekerja. Untuk kantor berita asing, stringer ada yang
dibayar dengan dolar, tapi ada juga yang dijumlahkan dalam rupiah.
Menurut sumber kami, biasanya, bila ditarik garis rata-rata, untuk
satu berita yang layak muat, dihargai sekitar Rp. 200-000 sampai Rp.
300.000. Itu untuk stringer yang sudah senior. Untuk yang masih
merintis atau masih baru, tentunya di bawah jumlah tersebut.

Sumber gambar: www.ornl.gov

Sumber: CBN (portal.cbn.net.id)


tag: fotografi, jurnalistik, stringer, berita, CBN
--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life

11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal

Thursday, July 12, 2007

[Kawruh basa Jawa] Perangan sing...

ampeg : dhodhone
anyel : atine
ayem : atine
benjut : sirahe
bingung : pikirane
budheg : kupinge
cekakaran : sikile
cekat-ceket : tandange
cengeng : gulune
cleguken : kalamenjinge
crocosan : luhe
cungar-cungir : irunge
dheg-dhegan : atine
dleweran : kringete, getihe
edheg :sikile
gela-gelo : gulune
gemeter : awake
ger-geran : guyune
glagepan : cangkeme
gomen : ilate
gerus : wetenge
gragapan : tangane
greges : awake
gringgingen : sikile
grusa-grusu : tanduke
jepapangan : tangane
jimpe : tangane
judheg : atine
krembayangan : rambute
kaku : awake
kebat : playune
keju : tangane
kemlekeran : wetenge
kesel : sikile
kethawilan : tangane
kiyu : tangane
klakepan : cangkeme
klametan lambene
kleweran : taline
konangan : mripate
kranggehan : tangane
kriyap-kriyip : mripate
lemet : brengose
leslesan : awake
linu : untune
lirih : swarane
lumpangen : cangkeme
manggut-manggut : sirahe
mangkel atine
mecucu cangkeme
melet ilate
mencep lambene
meniren lambene
menggeh-menggeh ambegane
mengkirig githoke
mlolo mripate
mlorok mripate
mules wetenge
mumet sirahe
ndower lambene
ndomble lambene
ngawet lambene
ngelu sirahe
ngethok sikile
ngintip lambene
ngorong gorokane
ngowoh lambene
nyenthing bokonge
nyomak-nyamik cangkeme
pancingen gorokane
padhes dlamakane
pegel boyoke
pekangkangan sikile
pendaringan mripate
pileg irunge
pringisan cangkeme
pucet raine
rangen sikile
rembes mripate
rindhik lakune
seger awake
senep wetenge
sengaol guneme
sepet mripate
serak gorokane
seseg dhadhane
sithip mripate
sraweyan tangane
suduken wetenge
suntrut raine
thik-thikan tangane
thingak-thinguk sirahe
thuyuk-thuyuk lakune
trocosan luhe
wel-welan tangane

--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life

"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal

[Kawruh basa Jawa] urutane Turunan

grepak senthe
^
gantung siwur
^
udheg-udheg
^
wareng
^
canggah
^
buyut
^
embah
^
bapak-ibu

anak
v
putu
v
buyut
v
canggah
v
wareng
v
udheg-udheg
v
gantung siwur
v
grepak senthe

--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life

"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal

[livingschool_community] Sakratul Maut

---------- Forwarded message ----------
From: Seri Utami <utami@metrindo.co.id>
Date: Jul 12, 2007 10:19 AM
Subject: [livingschool_community] Sakratul Maut

Sakratul Maut

Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut
akan berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu.
Kadang-kadang ia menunjukan dirinya dengan jelas, bahkan kadang-kadang
suaranya jelas terdengar oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat
maut ini sebenarnya adalah suatu peringatan, bahkan tidak lama lagi
orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat maut ingin memberi
peringatan agar orang itu bersiap-siap dengan perbekalannya. Junjungan
kita yang mulia, Rasulullah SAW dalam hal ini telah bersabda :

"Apabila Allah bermaksud baik kepada seseorang hamba, maka bentuk
malaikat maut itu akan disesuaikan dengan amal salehnya sebelum mati".

Berdasarkan hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang
datang itu bergantung kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang.
Semakin banyak amal saleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang
datang akan semakin menyenangkan. Dan sebaliknya semakin besar
dosanya, maka bentuknya akan semakin menakutkan.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baik
sikap pada waktu meninggal adalah ingat kepada Allah dengan
mengucapkan Lailaha Ilallah. Pada kenyataannya, amat jarang orang yang
mampu mengucapkan kalimat sakral ini dengan keikhlasan yang mendalam.
Mari kita coba bersama-sama untuk menelaahnya.

Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat
roh sudah sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan
hilang. Yang berfungsi hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis
ini, setan berusaha sekuat tenaga dengan berbagai cara mengalihkan
perhatian orang yang sedang sekarat itu agar jangan sampai mengucapkan
Lailaha Illallah. Macam-macam akal dikeluarkannya, mungkin ia menjelma
menjadi bentuk ayah atau ibunya yang telah meninggal, atau pun ia
menjelma menjadi bentuk yang menakutkan. Semua akal-aklan setan ini
tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat itu terlena
atau takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena
itu, bila kita melihat orang yang sedang berjuang dalam sakratul maut,
maka bantulah ia dengan membisikan berulang-ulang kalimat Lailaha
Illallah sebagaimana petunjuk yang diberikan Rasulullah SAW:

"Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakratulmaut itu, dengan
mengucapkan Lailaha Illallah. Orang yang mengakhiri perkataannya itu
dengan kalimat syahadat, maka dia akan dimasukkan ke dalam syurga".

Salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khatab berkata,
"Ucapkanlah kepada mereka yang sedang dalam sakratul maut itu Lailaha
Illah. Mereka itu melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu".

Bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakratulmaut?
Godaan setan yang maha berat pada waktu sakratul maut ini, hanya dapat
diatasi dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah
SWT. Karena, apa yang paling dicintai, apa yang menjadi kerinduan
siang dan malam, maka itulah yang akan teringat oleh kita pada waktu
nafas terakhir.

Seringkali kita jumpai orang sekarat yang menepis atau menolak bila
dibisikkan "Lailaha Illallah" ditelinganya. Hal ini terjadi karena
dalam keadaan sekarat, akal telah pergi, ingatan hilang, hati nurani
akan mengenyampingkan semua hal, kecuali pada apa yang dicintai saja.
Oleh karena itu, bila kita ingin pada saat meninggal nanti hanya ingat
kepada Allah dengan mengucapkan "Lailaha Illallah" maka pupuklah rasa
cinta kepada Allah. Karena, sekali lagi, dalam keadaan sekarat, akal
akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kita
cintai saja.

Rasa cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat logis bila
mengharapkan rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakratul
maut, di mana akal sudah tidak normal dan setan sedang menggoda dengan
seberat-beratnya godaan, serta badan menanggung rasa sakit yang luar
biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300 tusukan pedang.

Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Allah, biasakanlah
berzikirmengingat-Nya. Jadikan Allah itu menjadi kekasih, dan
letakkanlah Dia dalam rongga hati kita yang paling dalam.

Para ulama mengatakan, setelah selesai tanya jawab dalam kubur maka
roh selanjutnya di alam barzah akan ditempatkan pada tempat-tempat
yang sudah disiapkan untuknya, yaitu sesuai dengan amal perbuatannya
selama hidup di alam dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu
taat mengerjakan perintah-perintah Allah, akan menempati tempat yang
bagus sekali, lebih indah dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi.
Sedangkan bagi yang selalu membangkang pada perintah-perintah Allah
akan mengalami penderitaan yang luar biasa pahitnya, naudzhubillah.
Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar-benar tempat derita dan
sengsara. Dalam hal ini Rasulullah SAW, bersabda:

"Jangalah kamu memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya
mereka telah menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya".

Marilah dari sekarang kita sadari, bahwa banyak harta sedikit amal
saleh ternyata tidak ada gunanya sama sekali. Harta yang dicari
mati-matian waktu di dunia, akan dibagi-bagi oleh ahli waris.
Bayangkanlah, berpayah-payah mengumpulkan harta, kadang-kadang sudah
Maghrib masih di kantor, harta tertumpuk, kita meninggal. Masih
terbaring mayat kita di tempat tidur, belum dimandikan dan belum di
kafani, para ahli waris sudah bertengkar memperebutkan harta yang kita
kumpulkan mati-matian itu. Payah-payah mengumpulkan harta selama ini
ternyata hanya untuk mengadu anak berkelahi dengan anak mengenai
warisan. Yang dapat kita bawa serta masuk ke liang kubur hanyalah
secarik kain kafan, yaitu kain putih sepanjang empat hasta. Tidak
lebih dari itu!.

Rasulullah SAW yang mulia bersabda :
"Sesungguhnya kubur adalah tahap pertama dari beberapa tahap tempat di
akhirat. Kalau seseorang telah selamat disitu, maka tahap yang
sesudahnya akan lebih enteng, dan kalau tidak selamat di situ, tahap
yang sesudahnya akan lebih berat lagi".

Ingin saya sampaikan sekali lagi, mengucapkan kalimat "Lailaha
Illallah" dengan sepenuh perasaan pada saat sakratul maut. Selintas
kedengarannya mudah, namun kenyataannya hanya orang tertentu saja yang
sanggup melaksanakannya. Hal ini disebabkan antara lain karena :

a.. Pada waktu sakratul maut, akal atau ingatan sudah tidak berfungsi
normal, bahkan dapat dikatakan hilang.
b.. Setan menggoda dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan
muncul di penglihatan orang sekarat itu menyerupai orang-orang yang
dikenal dekat dan sudah meninggal.
c.. Rasa sakit yang amat sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang.
Dalam keadaan payah seperti itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam
bawah sadar saja, yang teringat adalah hanya apa-apa yang kita cintai
dan kita rindukan siang malam.
Agar kita mampu mengucapkan pengakuan "Lailaha Illallah" pada saat
akan meninggal, maka kita harus cinta atau dekat kepada Allah SWT yang
tertanam sampai ke dalam lubuk hati. Untuk itu, satu-satunya jalan
adalah: berjihad menundukan nafsu agar menjadi manusia yang bertaqwa!.
Ingatlah, kuburan bergerak secara pasti menghampiri kita dengan
kecepatan 60 menit perjam. Dan di akhirat nanti, tidak ada jalan
keluar dari neraka.

Wallahu a'lam bish-shawab. (TA)

Sumber : http://forum.dudung.net/

----------------------------------------------------------

Telah bersabda Nabi Muhammad S.A.W, kubur itu menyeru manusia tiap2
hari dengan 7 (tujuh) seruan :
1. Wahai manusia, aku rumah ulat, perbanyaklah membaca Al Qur'an.
2. Wahai manusia, aku rumah gelap, terangilah aku dengan sholat malam.
3. Wahai anak adam, aku rumah tanah, bawalah kasur yaitu amal sholeh.
4. Wahai anak adam, aku rumah binatang buas, bawalah tameng yaitu air
mata (takut kepada Allah SWT)
5. Wahai manusia, aku rumah tamu, berbekallah untuk dirimu yaitu taqwa.
6. Wahai manusia, aku rumah fakir, bawalah bekal kekayaan untuk dirimu
(dengan sedekah & zakat)
7. Wahai anak adam, aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka
banyaklah baca "Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu
dapat jawaban kepadanya.


--
[h][A][n][u][N][g] - living in the beautiful life
YM: hanung_665

11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal