Showing posts with label motor. Show all posts
Showing posts with label motor. Show all posts

Sunday, May 6, 2007

anjrit..tadi liat bodi bagian belakang bagian lubang besar baut lampu belakang retak..

pasti gara2 sepakbor self-design custom made in bengkel..

besok2 klo ke lamala lagi ga pake ngebut ah..palagi liwat jalan berlubnag2 itu..fiuhh..shit..


--
hanung_665

Thursday, March 22, 2007

Teknik Melibas Tikungan untuk Pemula

Teknik Melibas Tikungan untuk Pemula
<http://kafemotor.wordpress.com/2007/02/27/teknik-melibas-tikungan-untuk-pemula/> Februari 27, 2007

Posted by ilham in Safety Riding
<http://id.wordpress.com/tag/safety-riding/> . trackback
<http://kafemotor.wordpress.com/2007/02/27/teknik-melibas-tikungan-untuk-pemula/trackback/>

Apa yang membedakan orang yang baru saja bisa mengendarai motor dengan yang sudah mahir? Tentu banyak sekali. Namun demikian, salah satu yang paling sering membedakan pengedara yang satu dengan pengendara yang lain adalah kemampuan menaklukkan tikungan. Hal yang sama terutama bisa dirasakan pada saat turing. Saat peserta yang satu harus ngantri di belakang peserta yang lain. Bahkan di arena balap pun fenomena ini sering ditemukan.

Tentu banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang pengendara memiliki kecepatan lebih lambat dari pengendara lain. Bisa perbedaan jenis dan teknologi motor, nyali pengendara, kondisi jalur yang dilalui, dst. Kita tidak mungkin membahasnya satu-persatu di sini. Namun demikian, setidaknya dari aspek riding style, teknik menaklukkan tikungan sangat berperan serta.

Bagi yang sudah bangkotan dalam dunia balap maupun turing, teknik menikung bukan masalah lagi. Belajar dari pengalaman sehari-hari mereka bisa menikung dengan "sempurna". Tikungan bisa dilibas dengan rapi. Tidak lebih dan tidak kurang. Lebih berarti nyelonong ke jalur lain yang
berisiko tabrakan. Kurang artinya terlalu mepet ke bahu jalan yang artinya bisa nyusruk. Lantas bagaimanakah teknik menikung yang sesungguhnya?

Pengertian Menikung
Secara sederhana menikung (cornering/turning) dapat didefinisikan sebagai "membelokkan kendaraan ke arah yang dituju". Bisa kiri atau kanan. Bisa akibat tikungan atau sekedar menghindari kendaraan atau benda tertentu di jalan. Namun demikian, dalam dunia otomotif ada perbedaan antara gaya menikung pada mobil dan motor.

Ketika mengendarai mobil dan ingin belok, yang perlu kita lakukan adalah memutar stir mobil ke arah mana kita akan belok. Kalau kita ingin belok kiri, maka stir mobil kita putar ke arah kiri. Sebaliknya, kalau ingin belok kanan, maka stir kita putar ke arah kanan. Memutar stir akan membuat roda depan mobil berubah arah dari semula lurus menjadi ke arah kiri atau kanan, tergantung ke arah mana stir kita putar. Perubahan arah roda depan pada gilirannya akan membuat mobil bergerak ke arah mana roda depan mengarah. Roda depan mengarah ke kiri, maka mobil akan bergerak ke kiri, roda depan mengarah ke kanan, mobil bergerak ke kanan.

Dalam setiap tikungan, mau cepat atau lambat, patah atau hairpin (tikungan panjang melingkar), mobil melakukan teknik yang sama. Namun pada motor, teknik demikian tidak sepenuhnya bisa diterapkan. Menikung pada motor setidaknya memiliki tiga gaya atau teknik dengan efek yang biasa dirasakan berbeda.

Gaya Konvensional
Gaya ini persis sama dengan gaya menikung mobil di atas. Tekniknya dilakukan dengan memutar batang stang secara bergantian kiri atau kanan tergantung mau belok arah mana. Gaya ini efektif pada kecepatan rendah atau sangat rendah. Biasanya pada saat kita ingin menikung lambat pada belokan patah dan dan sempit, gaya ini dipergunakan.

Coba perhatikan orang yang baru belajar naik motor. Badannya selalu berusaha tegak sehingga terlihat kaku. Ketika berbelok dengan lambat semakin terlihat tegak dan setir diputar habis ke arah tikungan. Jadi, teknik ini sangat basic, bahkan secara naluri telah kita lakukan pada saat awal belajar naik motor. Bagi yang sudah mahir pun gaya menikung semacam ini masih dilakukan. Namun kecepatan aman yang disarankan di sini hanya sampai 10km/jam. Lebih dari itu harus dengan teknik lain.

Body English (BE)
Bagaimana halnya dengan kecepatan di atas 10km/jam? Teknik yang digunakan adalah Body English (BE) atau Counter Steering (CS). Mengapa mengubah teknik? Karena prinsip yang terjadi pada saat itu cenderung berbeda. Pada saat menikung pada kecepatan yang lebih tinggi, yang terjadi adalah perubahan kemiringan motor menurut input (tekanan dan tarikan) yang dilakukan terhadap stang. Kemiringan itu berpengaruh pada dan dipengaruhi oleh ban yang digunakan. Berbeda dengan mobil yang memiliki empat roda, motor hanya beroda dua. Demikian pula ban yang digunakan berbeda. Mobil bersifat flat (rata), sementara motor bersifat membulat.

Prinsip yang terjadi pada saat miring dalam menikung adalah perubahan Contact Patch (CP). Semntara yang dimaksud dengan CP adalah bagian dari ban motor yang menyentuh permukaan jalan. Ketika motor berjalan lurus, bagian dari ban motor yang menyentuh permukaan ada di sebelah bawah ban di bagian tengah ban. Permukaan ban motor yang membulat pun demikian. Mempengaruhi CP sebelah kiri atau kanan, tergantung kemiringan kendaraan dan teknik yang digunakan.

Nah, gaya BE adalah gaya memiringkan tubuh agar bisa belok. Gaya ini menggunakan berat badan untuk memindahkan CP. Bob Sumitro, pakar mengenai hal ini memberi contoh berikut:

"Cari jalan yang lurus dan sepi, kemudian jalankan motor dengan kecepatan sedikitnya 30 km/jam. Setelah yakin bahwa lalu lintas sekitar sepi, pindahkan berat badan anda ke sebelah kiri atau kanan. Begitu berat badan anda pindah/bertumpu ke satu sisi, maka motor anda akan bergerak ke arah mana berat badan anda bertumpu atau anda pindahkan. Kalau berat badan anda pindahkan ke kiri motor akan belok ke kiri, sedangkan kalau berat badan anda pindah ke kanan maka motor akan bergerak ke kanan. Karena tahu mekanisme belok sepeda motor, saya yakin anda bisa menebak dengan benar kenapa hal ini bisa terjadi ... Jawaban anda tepat. Sepeda motor bergerak ke arah mana anda memindahkan berat badan karena CP dari ban motor anda pindah ke arah tersebut."

Menurut pakar satu ini, Body English ini cukup efektif untuk belok. Namun apabila kecepatan pada saat belok agak tinggi (misalnya di atas 70 atau 80 km/jam) tidaklah demikian. Apalagi jika motor yang kita pakai termasuk jenis cruiser atau touring bike dengan rake/trail yang panjang. Gaya ini kurang efektif sebab radius belok kita tidak bisa setajam tikungan, yakni dengan kata lain, gaya menikung BE bisa menimbulkan efek cenderung melebar. Nah, pada saat itulah kita butuh gaya Counter steering (CS).

Counter Steering (CS)
Sudah jelas tujuan Counter Steering (CS) di atas, namun bagaimana tekniknya? CS sering dipahami secara harfiah sebagai mengarahkan stir ke arah berlawanan. Dalam hal ini arah yang berlawanan dengan arah ke mana kita akan menuju. Ini terdengar rancu, meskipun pada dasarnya kurang lebih demikian. Karena itu, lebih baik kita memahaminya sebagai "metode memiringkan motor ke arah tikungan yang dimulai dengan menekan stang (handgrip) ke arah tikungan yang dituju (kiri atau kanan)."

Apabila ingin berbelok ke kiri, maka tangan kiri menekan stang kebawah dan dengan otomatis tangan kanan akan menstabilkan. Pada saat yang sama motor akan miring, namun badan cenderung tegak sebagai counter-kestabilan motor. Dengan demikian, teknik ini juga memindahkan CP, namun bukan dengan berat badan, tapi lebih banyak dengan permainan tekanan tangan pada stang. Untuk lebih jelasnya mari coba latihan ala Bob Sumitro berikut:

"Cari jalan yang sepi dan agak lebar, kalau bisa jalan yang lurus. Sesampai di sana, kendarai sepeda motor anda sampai mencapai kecepatan 40 km/jam dan ambil posisi agak di tengah jalan. Ketika jarum speedo mencapai angka 40, dan setelah anda pastikan bahwa lalu lintas sepi serta tidak ada kendaran lain di sekitar anda, dorong stang kiri motor, sedikit saja dan perlahan-lahan. Jangan heran kalau begitu stang motor kita dorong ke kiri, maka motor akan bergerak ke kiri. Sekarang coba lagi lakukan hal yang sama, tapi kali ini dorong stang kanan, maka motor akan bergerak ke arah kanan." Bagi kita yang kebanyakan menikung dengan BE, mendengar dan mempelajari CS seperti sesuatu yang baru. Mungkin karena selama ini kita membawa motor sesuai kebiasaan, menikung dan badan ikut membantu sudut tikungan. Bahkan banyak pula dari kita sangat terpengaruh dengan gaya pembalap melibas tikungan dengan memindahkan seluruh tubuh ke sisi dalam kendaraan di mana tikungan mengarah. Sementara tidak demikian halnya dengan CS yang menjadikan tubuh sebagai penyeimbang. Padahal sebenarnya hampir semua orang pernah menggunakan teknik ini.

Ingat ketika masih kecil pake BMX atau waktu masih belajar-belajarnya naik motor? Biasanya kita meliuk-liukkan kendaraan dengan menekan-nekan setang kiri dan kanan. Alhasil seperti gaya Erik Esterada dalam film Chips. Namun demikian, mengapa akhirnya jarang kita gunakan? Karena makin lama kita makin senang dengan gaya belok dengan stang (pada saat tikungan lambat dan kecepatan lambat) atau dengan gaya BE sambil miringkan tubuh kiri dan kanan. Apa soal, kita miskonsepsi bahwa itu lebih nyaman, gaya, & safety.

Kenyataannya, meski sudah sangat jarang kita gunakan, CS sangat menarik (fun), efektif, dan aman. Soal fun silahkan coba sendiri. Soal efektif karena gaya nikung CS benar menikung sesuai steering input (daya tekan kita) pada stang. Artinya a) badan tidak terlalu capai karena tidak perlu terlalu ikut doyong kiri kanan, b) menikung dengan CS memungkinkan posisi badan tetap lurus sesuai kemiringan motor atau agak lebih tegak dari kemiringan motor sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diduga, seperti ada lubang atau menghindari kendaraan yang tiba-tiba
bergerak memotong, kita tinggal menarik stang mengikuti badan yg tegak atau miring ke arah sebaliknya.

Kenapa lebih efektif, soalnya berat badan kita tidak sedang miring ke arah tikungan. Bayangkan betapa susahnya memindahkan berat tubuh dari (katakanlah) sebelah kiri ke kanan secara mendadak untuk bermanuver menghindari lubang atau kendaraan lain. Jeda waktu (duration) dan tenaga (effort) yg digunakan pastlah lebih lama & berat. Pada teknik CS, hal ini tidak terjadi. Alhasil, setiap manuver terasa ringan dan kecepatan tetap bisa dipertahankan.

Demikianlah tiga gaya dan teknik basic dalam mengendarai motor ditikungan. Sangat penting dalam berkendara sehari-hari, dan terutama bagi para bikers yang gemar turing.

bongkar tumor rumah tensioner

atas dasar kejengahan pada sindrom mesin jahit yang mendera FU kesayangan hingga pengen ganti tensioner pake manual seperti halnya di shogie 125, maka saya berkeinginan membongkar tumor sendiri untuk mengetahui apa yang menyebabkan sindrom mesin jahit terjadi.

bagi yang awam sama sekali, analogi berikut bisa digunakan untuk membayangkan cara kerja tensioner. lihat rantai belakang motor. kan tidak tegang sekali, masih ada jarak toleransi. nah itu dianalogikan rantai keteng yang tidak tegang (ada toleransi kekendoran). kemudian agar rantai motor tegang, tekan rantai bagian atas ke bawah atau bagian bawah ke atas dengan menggunakan satu jari tegak lurus terhdap rantai. nah, jari tersebut dianalogikan sebagai tensioner. pada kondisi motor berhenti, jari (tensioner) menekan penuh rantai, ketika motor mulai berjalan, rantai menegang sehingga menekan jari ke atas (tensioner memendek), ketika motor kembali berhenti, jari kembali menekan rantai (kembali memanjang karena ada per tensioner). semoga analoginya benar dan bisa dimengerti.

lanjut yah..

siang tadi pas balik ke kantor, sempat2in bawa kunci 8-9 pas. rencananya buat bongkar tumor tempat setelan tensioner.

nyampe kantor langsung bongkar tempat sampah nyari koran bekas buat alas dan lap..:D

parkir motor ke tempat yang aman dan teduh, maklum kantornya tidak di gedung2 mewah yang ada tempat parkirnya di basemen..:oops:

standar samping motor..(standar tengah dah dilepas, bikin berat aja..:D:D)

persneling dioper ke gigi 6 (atas anjuran tukang beres beberapa waktu lalu), klo yang ini buat menjaga agar motor tidak bergerak sehingga rante keteng tetap pada posisinya, takutnya klo gerak bisa loncat gigi sehingga timingnya tidak pas, yang fatal2nya bisa berakibat tabrakan antara klep dengan piston..(byks). ini juga satu alasan kenapa saya standar samping..klo standar tengah takut ga sengaja gerakkan ban belakang..

setelah buka baut 8 di kanan dan kiri tumor, langsung dilepas saja, usap oli yang tersisa di batang (as) penekan dengan koran biar ga terlalu kotor.

saya amati cara kerjanya dulu, jangan sampe nanti saya salah pasang..hehe..

ternyata menyetel dengan memutar searah jarum jam akan memperpendek as, sebaliknya akan memanjangkan as. prinsip kerjanya, pada kondisi default, as akan menekan rantai keteng, ketika mesin berjalan, maka rantai keteng akan menegang dan memutar as sehingga memendek mengikuti tegangan rantai keteng. ketika rmp turun, per tensioner akan mengembalikan posisi as ke default (panjang).

dalam pikiran saya, jika mesin motor baru menyala tapi udah langsung menjahit, berarti pada kondisi panjang as default, as tidak cukup menekan rantai keteng. sehingga untuk mengatasinya as harus disetel lebih panjang.

jika sindrom mesin jahit muncul ketika rpm baru naik, brarti per tensionernya tidak cukup kuat untuk mengembalikan as ke posisi panjang (menekan rantai keteng), solusinya ya pernya harus diganti.

kembali ke nyetel panjang as penekan/tensioner.

untuk memanjangkan default-nya, pertama congkel plat bintang 6 dengan obeng min, atau pencongkel lainnya. biarkan per tensioner tetap di dalam rumahnya, putar as tensioner aga rlebih panjang. kembalikan lagi bintang 6 untuk mengunci as agar tidak bisa berputar dan menahan per tensioner tetap dalam tumor tersebut.

pasang kembali. naah ketika dimasukkan lubang tensioner, asnya tentu kepanjangan kan? maka, obenglah searah jarum jam (as memendek), dengan tetap menahan obeng (klo obeng dilepas ya memanjang lagi karena ada per tensioner) masukkan kembali tensioner ke dalam lubangnya. kunci bautnya sedikit demi sedikit hingga rapat, jika sudah rapat benar lepaskan obeng penahan tadi, kemudian kuatkan baut dengan kunci 8.

netralkan persneling. nyalakan motor dan TADAAA..sindrom mesin jahitpun hilang..

rating: mechanical advisory

warning: praktik ini saya lakukan berdasarkan atas asas kenekadan (karena ga punya duit ke beres) dan didorong rasa keingintahuan untuk mengulik FU kesayangan ini sendiri. dasar pengetahuan hanya melihat mekanik beres bongkar tumor saya beberapa waktu lalu saat ganti per tensioner.
sebelum membongkar sendiri, pengetahuan akan prinsip kerja dan fungsi tensioner sangat diperlukan.
saya tidak bertanggungjawab atas hal2 yang terjadi akibat mengikuti sharing di atas.

yang masih menjadi pertanyaan: apakah menyetel as lebih panjang membawa dampak negatif pada rantai keteng? mengingat tensionernya berjalan otomatis (dengan per) smoga tidak ada dampak buruknya..

kesimpulan:
-sindrom mesin jahit berhenti (sampai malam hari sharing ini diposting), semoga sampai seterusnya..
-keinginan untuk menjadikan manual (sementara) pupus sudah..
-hati senang karena dapat mengatasi satu masalah dengan tangan sendiri dan bertambah lagi satu pengalaman sederhana tapi sangat berharga bagi saya..

klo ada yang salah istilah atau salah tindakan, atau ada yang terlewatkan mohon tidak sungkan dituangkan di sini..

salam tensioner,

--
hanung_665

Wednesday, March 21, 2007

kecelakaan

kmaren siang terjadi sebuah kecelakaan, motor vs motor. seorang bapak2 udah pelan ditengah jalan mau belok kanan, tepat di depan kanan saya, sementara kecepatan saya sekitar 40-an, tiba2 dari arah belakang seorang pemuda berboncengan mendahului saya, dalam hati saya udah menduga dia akan menabrak bapat itu soalnya udah ga ada tempat antara saya dengan bapak itu. dan benar saya, tepat ketika saya bersebelahan dengan bapak itu..BRAAAAKKKK...!!! sejab kemudian, BRAAAKKKK..!! satu motor dengan satu pengendara dari arah depan tak sempat mengerem atau menghindar..

bapak itu, pemuda, dan boncenger terkapar, juga pengendara dari arah berlawanan juga terkapar..alhamdulillah tidak ada yang luka2 serius..langsung banyak yang membantu. motor2 langsung dipinggirkan. dan seperti lazimnya tiap abis kecelakaan, ornag2 ynag terlibat langsung saling memberikan penjelasan, bapak yang ditabrak tentu marah..pemuda yang nabrak diam saja, merasa bersalah..

dari seberang jalan saya menjelaskan kejadian pada orang2 di situ..barangkali pemuda itu nglamun hingga tidak melihat bapak yang mo belok kanan tersebut. saya tidak perhatikan bapak tersebut sein atau tidak, yang pasti di sudah di tengah jalan dan semi berhenti hendak ke kanan, ke arah bengkel mobil di situ. bapak2 yang tinggal di situ bilang klo pemuda tersebut suka ngebut di situ, katanya kejar lampu hijau.

moral: stay alert di jalan raya..n safe riding tentunya..:)

Tuesday, March 20, 2007

make up motor

dari depan:

-lepas spidometer
-setang jepit posh
-busi denso iridium power IU1224
-gas spontan TDR dari ProSE
-legshield n cowling raider dari bro Frans
-karburator Keihin PE28 38/118, 45/125 kiriman bro Vandiano_Rossi >> yang dipake 38/125
-CDI XP 301 ver.39 kiriman bro Vandiano_Rossi
-koil CLD kiriman idem
-per kopling KRT kiriman idem
-lepas belalai ke karburator
-oli masih dalam ekperimen mana yang enak, sementara pake Castrol Go!
-footstep Yoshimura grafir dari ProSE
-knalpot Yoshimura Titan kiriman bro Polly
-lepas stiker bodi >> bodi udah dicat item doff smua
-papas sepakbor belakang
-plat nomor belakang di dudukan bikin di bengkel
-lepas rumah lampu rem belakang >> ditutup kasa dari alumunium dicat item
-ganti lampu rem belakang dengan LED hasil karya SACS
-papas jok dan ganti pembalut bertuliskan Yoshimura
-handle kopling n rem depan Yoshimura
-ganti peleg depan belakang dengan yang jeruji
-setang raider, potong sambung setang asli >> buat cadangan
-sepakbor depan custom dari bro Frans

-pengecatan bodi cuma pake pylox, salah kejadian, pengennya nginclongin eh malah jadi doff, ternyata oke juga, keterusan deh, tar klo bosan baru cat ulang hehe..

sedang dalam tahap pengerjaan:
-bikin batok lampu depan n sepakbor kolong >> ga kelar2.. :">

sedang dalam impian:
-celup karbon bodi ke bro Frans
-upside down limbah, biar kekar
-monoarm

hmm..apalagi yaah..*mikir*

--
hanung_665
dn3858ch