Wednesday, May 30, 2007
(gempa) goyang dikit subuh2..
kembali ke..lektooop..
gempa bumi, yang di sini biasa di sebut "tanah goyang" merupakan hal yang "biasa" terjadi. luwuk merupakan salah satu jalur gempa di kawasa tmur indonesia. gempa dasyat terakhir sekitar 2001 dengan kekuatan cukup besar untuk merobohkan bebarapa rumah warga dan juga meruntuhkan atap teras KPPN Luwuk dan menimpa mobil dinas sehingga kap mobil hancur berantakan.
setelah peristiwa itu sudah ratusan kali gempa lainnya dengan skala richter yang lebih kecil terjadi. tidak siang tidak malam. dulu pertama kali saya merasakan gempa di luwuk langsung lari ke luar gedung. ternyata orang2 kantor masih santai2 di tempatnya, mereka bilang " te'papa, cuma tanah goyang dikit, klo so (sudah) lewat lima detik baru torang (kita) kluar" dengan santainya. saya pikir gila nih orang2, ga tau bahaya apa. namun lama2 saya terbiasa juga, klo belom lima detik brarti gempa belum besar dan belum lari kluar..:D:D
jadi teringat pernah suatu siang terjadi gempa yang lumayan "terasa" mengguncang bumi luwuk, saat itu saya dan teman2 kantor asyik main counter strike: condition zero secara online (citanya game ini baru beberapa hari di-install jadi masih pada semangat main). karena gempa yang lumayan terasa maka orang2 kantor berlarian ke luar gedung, ee tiba2 di dalam gedung terdengar suara tawa keras dari seorang teman kantor "hahaha..dorang fathir dan imam saya tembak pas di kepalanya.." (klo main cs di kantor suka teriak2 girang klo bisa tembak mati pemain lain..) . di luar gedung saya saling pandang dengan teman2 sesama pemain CS dan langsung tertawa2, rupanya saking asyiknya main cs bapak itu tidak merasakan gempa barusan. setelah balik ke ruangan lagi dan menceritakan klo barusan terjadi gempa bapak itu bilang " cukurungan*, pantasan baku hadap dengan dorang fathir dan imam te' barespon, kong saya tempak dua2..hahaha.."
* cukurungan= kata umpatan ringan, setara bilang "anjrit" di jakarta, atau "jamput" di jawa
salam goyang,
--
[H][a][n][u][n][G] - living in the beautiful life
665/SPA/01
YM: hanung_665
11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal
Saturday, May 26, 2007
Re: stapala Re: Luwuk, my little paradise (part 1 of ?)
nung, mmm... nona2 luwuk yg minoritas (bening) agresif?sepertinya elu ketemu komunitas "korban tv" disana ya... selain gadget, sepatu dan jam tangan yg (sok) trendi apa nona2 di sana juga pake jeans yg 'kelihatan-kolor-dari-belakang' seperti di mall2 itu?andi37093.![]()
__,_._,___
nona2 di sini rata2 berani (sebagian agresif sih), ga kaya di jakart atau di kota2 di jawa (menurut saya sih). misalnya kita di suatu acara misalnya festival band, atau bahkan di jalan atau di kilo lima, klo kita mo nyamperin dan langsung kenalan pasti akan disambut dengan baik. bukan hanya nona2 saja, masyarakat lainnya pun klo misalnya kita ga kenal, bisa dengan mudah berbincang2 panajng lebar seperti sudah lama kenal. contoh lain misalnya pas di lampu merah, motor ada stiker dengan kata2 yang lucu, maka pengendara motor lain yang kebetulan baca tak sungkan2 untuk menyapa dan atau hanya sekedar berkata "stikernya keren tuh", selanjutnya percakapan kecilpun bergulir. hal ini mungkin di kota kecil masih tinggi rasa kekeluargaannya, satu sama lain tidak mengandung perasaan curiga atau was2 akan sesuatu.
celana hipster tidak terlalu ngetrend kayanya. tapi rambut warna-warni ada di mana2 (ketularan manado kali? soalnya dengar2 di manado begitu.). mulai dari anak smp hingga ibu2, dari laki2, perempuan hingga bencong (bencong kan banyakan kerja di salon jadi hair-stylish banget..:D). entah nanti jika mall telah dibuka barangkali hipster2 mulai beredaran di mall.
oia, mall sedang dibangun, beberapa minggu yang lalu pasar Sopping (yang dulu pasar besar dan terbakar) telah dikosongkan dari pedagang (yang masih bertahan di situ) dan kemudian diratakan dengan tanah. hingga hari ini masih terlihat truk2 penguruk dan kendaraan berat meratakan dan memadatkan tanahnya.
lokasinya sendiri (dulunya) merupakan laut yang diuruk untuk dibangun pasar (Sopping) dan masjid agung. jadi mall itu nantinya akan beberapa meter dari masjid Agung. menurut saya pribadi sih agak disayangkan pemilihan lokasi tersebut.
mall yang menurut radar Sulteng memakan anggaran sebesar 60M dibiayai oleh pengusaha setempat bekerja sama dengan pengusaha dari surabaya dan masih kerabat pengusaha dari luwuk tersebut. tanah lokasi pembangunan mall tersebut adalah milik pemerintah daerah. perjanjiannya sih mall tersebut akan dikelola oleh pengusaha tersebut selama 25 tahun (apa 35 tahun yah? lupa) dan selama itu akan tetap membayar pajak kepada pemerintah daerah. setelah 25 tahun pengelolaan mall tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
msyarakat menanggapinya dengan beragam. ada yang tidak setuju akrena berdekatan dengan masjid. ada yang setuju karena dapat meningkatkan kemajuan kota luwuk. ada yang yang ragu apakah stand/booth di mall tersebut akan laku mengingat baru saja dibuka Luwuk Trade Center, komplek ruko2, yang masih banyak yang kosong karena mahal (dengar2 800 juta setahun). andaikan ada investor dari luar yang masuk misalnya Optik Melawai, Sport Station, dll, apakah daya beli masyarakat luwuk sudah sampai kesitu. dsb..dsb..dsb..
apalagi melihat Mall tatura di palu yang cuma ramai awal2nya saja (kata adhe_666 banyak yang cuma sekedar naik turun di eskalator, maklum eskalator pertama di palu katanya..:D:D) fenomena ramai di awal ini juga terjadi di luwuk. pada awal dibukanya sebuah outlet baju2 raminya minta ampun, namun setelah beberapa bulan terjadi pengurangan pegawai besar2an karena sudah sepi. hal itu juga terjadi ketika luwuk trade center dibuka, swalayan terbesarnya yaitu Golden Hill ramai pengunjung dan bernagsur2 berkurang hingga jadi biasa2 saja.
demikianlah fenomena yang terjadi di luwuk. masyarakat mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu yang baru. mengunjungi tempat baru. atau apa saja yang baru. mungkin ini juga salah satu efek dari kehausan masyarakat akan hiburan.
oia, malam kamis kemarin (23/5/07) sekitar pukul 22.00 wita terjadi kebakaran hebat yang meratakan sebuah rumah kayu (dan beratap ijuk). rumah tersebut terletak 100m di seberang bagian belakang kantor. pemiliknya lupa mematikan kompor saat memasak. dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. kerugian materi meliputi sebuah rumah dan isinya serta "sepotong" dapur tetangganya.
kontan saja kebakaran besar tersebut mengundang perhatian masyarakat, hingga tak ayal lagi orang dari berbagai penjuru kota berduyung-duyung datang ke lokasi kejadian. sebagian berusaha memadamkan api, sebagian lainnya membantu mengeluarkan barang2 yang bisa diselamatkan, sebagian besar lainnya hanya menonton karena besarnya kobaran api.
pemandangan serupa juga terjadi beberapa bulan silam ketika pada suatu malam pasar Simpong (pengganti pasar Sopping) juga terbakar. masyarakat berduyung2 mendatangi lokasi sekedar untuk menonton.
ya..masyakarat luwuk haus hiburan. hingga dulu pernah terbersit ide di kepala saya untuk membuat studio bioskop mini dengan konsep seperti yang pernah saya baca di majalah tentang bioskop mini di kota bandung klo tidak salah. bioskop tersebut berkapasitas sekitar 6-10 orang dengan sofa empuk yang sangat nyaman di dalam ruangan ber-AC. dengan bermodalkan seperangkat komputer, proyektor, AC, dan tempat maka studio tersebut bisa berdiri. penonton yang biasanya satu geng anak2 muda tersebut cukup membawa dvd film pilihannya sendiri kemudian membayar sekian ratus ribu dan mini theater tersebut sudah bisa dinikmati. bedanya klo di majalah tersebut film disediakan studio sedangkan di dalam ide saya film dibawa sendiri. di majalah menjual tontonan (bayarnya per kepala), klo di saya menyewakan tempat (bayarnya per pakai tempat).
namun sayang besarnya biaya yang diperlukan menjadi hambatan. proyektor baru paling murah di pasaran adalah 7,5jt, itupun masih resolusi 600x800 padahal untuk kualitas yang bagus minimal 1024x768 (9jt lebih). belum kontrak rumah untuk lokasi (>5 jt setahun), pemasangan karpet seluruh dinding, sofa yang nyaman, AC (klo pake kipas angin kurang mantap). yah barangkali masih hanya dalam angan2 saja. bermimpi boleh kan sapa tau suatu saat bisa terwujud..:D:D
sementara ini masih nabung buat beli kamdig, biar bisa dapat penghasilan sampingan (biarpun dikit) dari jual diri jadi "lelaki panggilan" hahaha..bentar lagi insyaallah. sapa tau hasilnya bisa buat membangun theater impian :D itupun klo ga kburu pindah ke kota lain yang tentu lain lagi celah yang bisa dimanfaatkan..:)
doakan yaaa..:D:D
--
[H][a][n][u][n][G] - living in the beautiful life
665/SPA/01
YM: hanung_665
11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal
Sunday, May 20, 2007
pusing..bingung..miskin..
Friday, May 18, 2007
Fwd: [Pendaki]airport restriction on liquids
From: Magdalena <salju18@gmail.com>
Date: May 18, 2007 11:50 AM
Subject: [Pendaki] Changi airport restriction on liquids
Ini adalah kondisi terakhir airport di Luar Negeri.
Pengetatan dimulai sekitar Maret- April 2007 ini, berhubung pada masa ini saya baru saja terbang ke banyak negara, termasuk Amerika, Sing, Hongkong, Eropa, China, Afrika, Timur tengah dll, maka saya share pengalaman dikit, semoga berguna.
1. Pemeriksaan bisa ketat, bisa longgar dikit. Umpama, masuk New Zeanald, dicegat 3 kali dengan pertanyaan : apakah anda yakin tidak bawa makanan sesuai yg anda sebut di form isian masuk ?
2. Pemeriksaan di US jangan ditanya, asal bunyi tit, balik lagi. sepatu mutlak dilepas ikut di scan, apalagi jaket dsb. Satu lagi, kalau anda dari dan ke US, begasi tidak boleh dikunci. ( kalau dikunci, dan kebetulan dia curiga, kunci akan dirusak dgn paksa ). jadi, biarkan terbuka, paling pakai tali plastik yg ditarik bisa kunci sendiri itu, namanya apa sih... dikunci
dgn nomor rahasiapun tidak boleh. sementara, kalau ada yg hilang, siapa yg tanggung ?
3. di Hongkong, semua minuman harus dihabiskan sebelum masuk, jadi dipintu masuk yg show your boarding pass itu penuh penumpang habiskan minuman sebelum botolnya dibuang. hand carry bawa 2 potong saja akan betul betul dipersulit untuk naik pesawat, sekalipun kita sebut satunya adalah notebook.
4. Kalau sudah masuk, anda beli Duty Free yg liquid ( wine ), maka belilah di embarkasi terakhir, umpama anda dari Singapore transit jakarta ke Perth, kalau beli di Sing, ada kemungkinan dirampas di jakarta. jadi harus beli di jakarta. di HK, kemarin ada 4 drum besar disamping mesin scan, 1 ditulis water, 3 ditulis wine.
5. Beberapa penerbangan berlakukan ukuran hand carry yg extrim, koper yg ditenteng dimensi luarnya ( termasuk bagian yg menonjol ) harus tidak lebih dari 35 x 22 x 52 cm.
6. Semua bawaan liquid sebaiknya dibegasikan, umpama kita bawa shampo besar, sabun cair, parfum, odol, hair spray dll. perhatikan dibungkus plastik yg kokoh dan tidak bocor. ada kemungkinan waktu diudara tekanan beda, tekanan dalam akan lebih besar menyebabkan bocor bahkan pecah.
7. Liquid, gel, tabung tekanan yg terpaksa dibawa hand carry : harus ditempatkan di wadah yg tidak lebih dari 100 ml. ( umpama bawa shampo botolnya tertulis 250 ml, padahal sisa beberapa sendok saja didalam, tetap melanggar ). usahakan wadahnya adalah asli barangnya, jangan ganti ke wadah lain yg tidak mencantumkan apa isinya atau beda cantumannya.
8. Semua liquid, gel, tabung tekanan yg hand carry harus dimasukkan ke satu kantongan plastik yg sealable, (istilahnya plastik klik ? ) kalau saya pakai semacam plastik untuk dokumen yg jauh lebih tebal. semua liquid, gel, tabung tekanan yg dibawa harus tidak lebih dari 10 jenis. alias tidak lebih dari 1 liter. tapi biasanya alasan pertama ( tidak lebih dari 10 jenis ) yg diutamakan.
9. semua nya harus masuk plastik klik yg ukurannya square size, saya ambil di Hong Kong dan New York, ukurannya 20 x 20 cm. nah, waktu masuk scaner, bila diperlukan, kantongan ini dikeluarkan. ( tidak selalu diminta dikeluarkan.)
10. Notebook, camera besar wajib dikeluarkan, ini hampir diterapkan disemua airport internasional.
11. waktu terbang, hindari badan penuh logam, umpama sabuk yg besar ( di US, dilepas ), jam tangan yg besar, baju celana sepatu penuh kancing logam, dsb. beberapa petugas yg ketat akan minta sampai betul betul penumpang
lewat gate metal detector tidak bunyi "tiit" lagi.
12. untuk atasi penerbangan panjang, yang mana ada waktu pramugarinya lama tidak keluar, bawalah botol kosong satu ( ukuran 200-250 ml, ), waktu dipesawat minta diisi air, lumayan. itu saya lakukan. ( jangan minta di isipenuh wine ya...)
Saya sendiri lagi siap siap ke Waitangi, Nw Zealand. semoga informasi ini membantu rekan yg mau terbang ke LN. CMIIW.
salam,
Philip K. Widjaja
Surabaya - Indonesia
--
[H][a][n][u][n][G] - living in the beautiful life
11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal
Thursday, May 17, 2007
Fwd: [koalisi01] Fwd: Fw: Menelusuri Jejak Kartini
---------- Forwarded message ----------
From: widhi pratiwi <wiedh_cilik@yahoo.com>
Date: May 17, 2007 1:02 PM
Subject: [koalisi01] Fwd: Fw: Menelusuri Jejak Kartini
To: koalisi01@yahoogroups.com, pretiwindya kusumawardhani <p1237i@yahoo.com >
---------- Forwarded message ----------
From: "Inggit Wahyu" <inggit.wahyu@dso.astra.co.id>
To: "WIDHI" < wiedh_cilik@yahoo.com>
Date: Thu, 3 May 2007 08:56:50 +0700
Subject: Fw: Menelusuri Jejak Kartini
Sumber: http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
Oleh Vita Sarasi
Episode akhir hidup Raden Adjeng Kartini adalah akhir hidup yang penuh hidayah. Secara tersirat beliau mengajak wanita Indonesia (khususnya wanita Jawa pada waktu itu) untuk belajar Al-Qur'an, baik cara membacanya, menghapalkannya, mengerti isinya, dan mengamalkannya.
***
"Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?" Pertanyaan ini diajukan Kartini kepada Kyai Haji Muhammad Sholeh bin Umar, atau lebih dikenal dengan Kyai Sholeh Darat, ketika berkunjung ke rumah pamannya Pangeran Ario Hadiningrat, Bupati Demak. Waktu itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga dan Kartini ikut mendengarkan bersama para raden ayu lainnya dari balik tabir. Karena tertarik pada materi pengajian tentang tafsir Al-Fatihah, setelah selesai Kartini mendesak pamannya agar bersedia menemaninya untuk menemui Kyai tersebut. Tertegun mendengar pertanyaan Kartini, Kyai balik bertanya, "Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?"
"Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama (Al-Fatihah), dan induk al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
Ibu Kartini muda yang di kala itu belajar Islam dari seorang guru mengaji, memang telah lama merasa tidak puas dengan cara mengajar guru itu karena bersifat dogmatis dan indoktrinatif. Walaupun kakeknya Kyai Haji Madirono dan neneknya Nyai Haji Aminah dari garis ibunya, M. A. Ngasirah adalah pasangan guru agama, Kartini merasa belum bisa mencintai agamanya. Betapa tidak? Beliau hanya diajar bagaimana membaca dan menghapal Al-Qur'an dan cara melakukan shalat, tapi tidak diajarkan terjemahan, apalagi tafsirnya.
Pada waktu itu penjajah Belanda memang memperbolehkan orang mempelajari Al-Qur'an asal jangan diterjemahkan.
Tergugah dengan kritik itu, Kyai Sholeh Darat kemudian menterjemahkan Al-Qur'an dalam bahasa Jawa dan menuliskannya dalam sebuah buku berjudul Faidhir Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah hingga surat Ibrahim. Buku itu dihadiahkan kepada Ibu Kartini saat beliau menikah dengan R. M Joyodiningrat, Bupati Rembang pada tanggal 12 November 1903.Kyai Sholeh Darat keburu meninggal pada tanggal 18 Desember 1903 pada saat baru menterjemahkan satu jilid tersebut. Namun dari informasi Ilahi yang tampaknya terbatas itu pun sudah cukup membuka pikiran Ibu Kartini mengenai Islam dan ajaran-ajarannya.
Salah satu hal yang memberikan kesan mendalam pada beliau adalah ketika membaca tafsir Surat Al-Baqarah. Dari situlah tercetus kata-kata beliau dalam bahasa Belanda, Door Duisternis Tot Licht. Ungkapan itu sebenarnya terjemahan bahasa Belanda dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala yaitu Minadz Dzulumaati IlanNuur yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 257. Oleh Armijn Pane, ungkapan itu diterjemahkan dalam bahasa Melayu atau Indonesia sebagai Habis Gelap Terbitlah Terang. Padahal jika berangkat dari petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala tersebut lebih tepat dimaknai sebagai Dari Kegelapan Menuju Cahaya, yang dapat ditafsirkan sebagai "dari pemikiran yang tak terarah menuju pemikiran yang dilandasi hidayah Iman dan Islam".
Petikan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 257 tersebut sebenarnya untuk menggambarkan kondisi kejiwaan seseorang yang mendapat hidayah Iman dan Islam, di mana dia mendapatkan informasi yang sangat terang dan masuk dalam kalbunya mengenai kebenaran yang hakiki dari Tuhannya. Kondisi seperti itulah yang dialami oleh Ibu Kartini menjelang akhir hidupnya.
***
Oleh sebab itu penulis membagi perjalanan hidup Ibu Kartini yang mengalami pencerahan dalam dua fase, yaitu fase pra dan selama-pasca mendapat hidayah. Momen perubahannya adalah pada saat beliau menghadiri pengajian tafsir Al-Qur'an yang diberikan oleh Kyai Sholeh Darat tersebut.Dalam fase pertama, yaitu fase pra-hidayah, Ibu Kartini mendapat pencerahan tentang perlunya mendobrak adat-adat lokal, baik perilaku yang mengistimewakan keturunan ningrat daripada keturunan rakyat biasa maupun yang mengekang hak-hak wanita pada umumnya. Menurut beliau, setiap manusia adalah sederajat dan mereka berhak mendapat perlakuan yang sama. Sedangkan khusus untuk wanita, mereka memiliki hak misalnya untuk memperoleh pendidikan sekolah, hak untuk melakukan aktivitas keluar rumah, hak untuk
memilih calon suami. Namun di lain pihak Ibu Kartini juga berusaha untuk menghindar dari pengaruh budaya Barat walaupun juga mengakui bahwa perlu belajar dari Barat karena lebih maju dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Dalam fase ini Ibu Kartini juga mengajukan kritik dan saran kepada Pemerintahan Hindia Belanda.
Dalam fase kedua, yaitu selama dan pasca mendapatkan hidayah, beliau mendapat pencerahan tentang agama yang dianutnya, yaitu Islam. Bahwa Islam, jika ajaran-ajarannya diikuti dengan benar sesuai dengan Al-Qur'an, ternyata membawa kehidupan yang lebih baik dan memiliki citra baik di mata umat agama lain. Ibu Kartini menulis dalam surat-suratnya, bahwa beliau mengajak segenap perempuan bumiputra untuk kembali ke jalan Islam. Tidak hanya itu, Kartini bertekad berjuang untuk mendapatkan rahmat Allah, agar mampu meyakinkan umat lain memandang agama Islam sebagai agama yang patut dihormati.
"Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai" [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902].
Klimaksnya, nur hidayah itu membuatnya bisa merumuskan arti pentingnya pendidikan untuk wanita, bukan untuk menyaingi kaum laki-laki seperti yang diyakini oleh kebanyakan pejuang feminisme dan emansipasi, namun untuk lebih
cakap menjalankan kewajibannya sebagai ibu. Ibu Kartini menulis: "Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan
laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. " [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].
Pikiran beliau ini mengalami perubahan bila dibandingkan dengan pada waktu fase sebelum hidayah, yang lebih mengedepankan keinginan akan bebas, merdeka, dan berdiri sendiri. Ibu Kartini menulis: "Jika saja masih anak-anak ketika kata-kata "Emansipasi" belum ada bunyinya, belum berarti lagi bagi pendengaran saya, karangan dan kitab-kitab tentang kebangunan kaum putri masih jauh dari angan-angan saja, tetapi dikala itu telah hidup di dalam hati sanubarai saya satu keinginan yang kian lama kian kuat, ialah keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri. " [Surat Kartini kepada Nona Zeehandelaar, 25 Mei 1899].
Tidak hanya itu, nur hidayah itu juga bisa menyebabkan perubahan sikap beliau terhadap Barat yang tadinya dianggap sebagai masyarakat yang paling baik dan dapat dijadikan contoh. Ibu Kartini menulis, "Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?" [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902].
Dan yang lebih penting lagi, beliau menjadi sadar terhadap upaya kristenisasi secara terselubung yang dilakukan oleh teman-temannya. Ibu Kartini menulis, "Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi?... Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?" [Surat Kartini kepada E. E. Abendanon, 31 Januari 1903].
***
Allah Subhanahu wa Ta`ala Maha Berkehendak dengan menggariskan hidup Ibu Kartini yang terbilang cukup pendek, 25 tahun, yaitu empat hari setelah melahirkan putranya, R. M. Soesalit. Dia juga mentakdirkan hidup Kyai Sholeh Darat tidak cukup panjang untuk menuntaskan buku tafsir Al-Qur'an dalam bahasa Jawanya, sehingga informasi mengenai Al-Qur'an yang diterima oleh Ibu Kartini masih terbatas. "Manusia itu berusaha, Allah-lah yang menentukan. " [Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, Oktober 1900].
Namun sebenarnya itu sudah cukup untuk memberikan gambaran bagaimana sebenarnya visi Ibu Kartini sebagai sosok muslimah, terutama pada masa-masa akhir hidupnya, yaitu fase selama dan pasca hidayah. Itu pun juga cukup bagi
kita untuk bisa memahami mengapa beliau pada akhirnya merasa ikhlas menjadi isteri keempat Bupati Rembang, yang kemudian justru mendukung semua cita-cita perjuangannya dalam pendidikan terhadap kaum wanita, yaitu dengan mendirikan sekolah wanita di Kabupaten Rembang. Kartini menulis mengenai suaminya, "Akan lebih banyak lagi yang saya kerjakan untuk bangsa ini bila saya ada di samping seseorang laki-laki yang cakap, yang saya hormati, yang mencintai rakyat rendah sebagai saya juga. Lebih banyak, kata saya, daripada yang dapat kami usahakan sebagai perempuan yang berdiri sendiri. " [Habis Gelap Terbitlah Terang, hlm. 187].
Dan itu juga cukup untuk dapat kita bayangkan, bahwa (semoga) Ibu Kartini wafat dalam keadaan husnul khotimah, setelah sebelumnya diombang-ambingkan oleh berbagai pemikiran teman-temannya, dan walaupun banyak orang mengulas kumpulan tulisannya dari berbagai sudut pandang dan agama…Namun yang juga sangat penting buat kita muslimah generasi penerusnya adalah pesan-pesan beliau secara tersirat agar kembali kepada fitrahnya dan selalu berpegang pada Al-Qur'an (dan Hadits). Al-Qur'an harus selalu dibaca, dipelajari, dihapalkan, dimengerti maknanya, dan diamalkan, agar benar-benar meninggalkan kegelapan menuju cahaya. Ajakan beliau ini lebih mendasar dan tentu lebih bermanfaat daripada mengedepankan isu-isu tentang feminisme dan kesetaraan gender, misalnya yang pada dasarnya merupakan konsep Barat. Lagipula, sikap yang mempercayai bahwa sesuatu yang berasal dari Barat itu paling baik, justru digugat oleh Ibu Kartini sendiri.
Allah Yang Maha Bijaksana menurunkan Al-Qur'an, di mana salah satu kehendak-Nya adalah justru untuk mengangkat harkat dan martabat wanita. Pada dasarnya, gerakan emansipasi perempuan dalam sejarah peradaban manusia sebenarnya dipelopori oleh risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi wa Sallam tersebut.Hingga di sini, marilah kita merenung kembali, apakah kita semua telah mengikuti pesan dan teladan Ibu Kartini tersebut?
Wallahu a'lam bish-showab.
Frankfurt am Main, 21 April 2007
Vita Sarasi
--
[H][a][n][u][n][G] - living in the beautiful life
YM: hanung_665
11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal
Fwd: [pangrango.com] SEPENGGAL CERITA..
---------- Forwarded message ----------
From: zhocphit zhocphit <zhocphit@yahoo.com>
Date: May 16, 2007 8:57 AM
Subject: [pangrango.com] SEPENGGAL CERITA..
To: merbabu-com@yahoogroups.com, pangrango@yahoogroups.com
SEGELAS SUSU
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar. Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air. Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susuini ?"
Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun". "Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalam
hatiku aku berterima kasih pada anda."
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan... Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan , dan Kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa Ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.."Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu !!" tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."
__,_._,___
--
[H][a][n][u][n][G] - living in the beautiful life
YM: hanung_665
11 mdpl, 0°57'166" LS, 122°47'287" BT
"Semua Orang itu Guru, Alam Raya Sekolahku, Sejahteralah Bangsaku" - Marjinal
Tuesday, May 15, 2007
Luwuk, Mutiara dari Timur
LETAK
Kota Luwuk merupakan ibukota kabupaten Banggai, entah mengapa kota Luwuk lebih dikenal dari pada kabupaten Banggai. Luwuk secara geografis terletak di ujung paling timur Sulawesi Tengah dengan ibukota propinsi Palu. namun kini tengah diperjuangkan untuk menjadi ibukota propinsi Sulawesi Timur, yang juga sedang diperjuangkan pengukuhannya, padahal saudara seangkatannya, Sulawesi Barat, sudah berdiri. Letaknya yang di ujung timur menjadikan kota Luwuk sedikit terpencil relatif jauh dari ibukota propinsi (Palu). jarak palu-luwuk lebih kurang 615km. Kota (besar) terdekat antara lain Palu, Poso, dan Gorontalo.
HOW TO REACH
dari Palu, luwuk bisa dicapai dengan pesawat terbang yang melayani rute tersebut seminggu tiga kali. dengan pesawat terbang, luwuk-palu ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam, berangkat dari bandara mutiara pukul 06.30. simpati airlines memasang tarif 550 ribu++ per penumpang sekali jalan. pesawatnya? cassa-212 dengan kapasitas 21 penumpang, duduknya ga pake nomor tempat duduk. jangan heran jika pesawatnya panas, kan kipas angin dua-duanya di luar..hahaha..oia, dengan naik pesawat ini, terutama jika cuaca sedang tidak bersahabat dengan penerbangan, membuat kita akan semakin dekat dan membutuhkanNya..dijamin keimanan meningkat drastis..:D

bisa juga menggunakan mobil travel (googling dengan keyword honda jaya, kesayangan anda, jawa indah :D). mobil yang digunakan antara lain L300, colt diesel bison (pada tau ga? colt yang seukuran mobil travel rosalia indah blitar-jogja),klo pas beruntung ya kijang kapsul. jarak yang hampir sejauh jakarta-surabaya itu ditempuh dalam waktu sekitar 16 jam. travel biasa berangkat jam 10.30 dan tiba tempat tujuan 02.30 dini hari. dengan berhenti istirahat n makan 2x, perjalanan yang lumayan lama ini akan terasa sangat lama namun menyenangkan karena sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan gunung2 dan laut karena jalur palu-luwuk sebagian besar menyusuri pantai utara sulawesi tengah. klo ingin berhenti ingin bak atau bab tinggal bilang sama pak sopir. biayanya? cukup 200rb saja..kaya tarif kereta eksekutif gajayana jakarta-malang yah. mahal? relatif sih..namun saya yakin sebanding dengan pengalaman naik travel palu-luwuk n suasana kekeluargaan antara penumpang se-travel..hehe..
mobil travel ini bisa berubah jadi mobil rental jika calon penumpang berani membayar sekitar 2jt. ini artinya perjalanan bisa sesuka kita, santai, pengen berhenti buat foto2 ya silakan..
klo mo lebih murah, perjalanan darat ini bisa menggunakan minibus seukuran kopaja namun dengan jok empuk n full musik. jarak yang sama, ditempuh sekitar 2 jam lebih lama. 100ribu, lebih lama jadi lebih murah kan..hehehe..angkutan bis ini di lantai dua biasa berisi ayam, buah2an, ataupun hasil bumi lainnya. sedangkan bagasi extended back-nya terikat 1 hingga 3 motor. seru deh pokoknya..:D
dari makasar, dirgantara air service siap melayani penerbangan makasar-luwuk dengan kode jalur penerbangan upg-lwk. 780rb-an++ saya rasa lumayan sepadan dengan tingkat kenyamanan dan keamanan(?)-nya. pesawat boeing berkapasitas sekitar 42 penumpang akan mengantarkan kita melihat sulawesi dari atas karena biasanya terbang pada ketinggian 18.000 mdpl sehingga kontur daratan akan nampak jelas. walaupun kipas anginnya berada di luar juga, di kabin pesawat ini tetap terasa dingin (apa karena ada jendela di depan yang sedikit di buka yah? ntahlah..). dari bandara hasanuddin, pesawat take-off pada pukul 13.30. penerbangan tanpa nomor tempat duduk ini akan menempuh waktu sekitar 2 jam, landing di bandara bubung pukul 15.30. lagi2 sama dengan cassa-212 jika cuaca buruk memaksa kita tuk berdoa lebih khusuk..:D
dari bandara bubung ke kota (13 km) bisa naik taxi or ojeg yang sudah banyak menunggu di bandara dengan biaya 10-15rb.
alternatifnya yaitu naik bus (keyword: honda jaya, jawa indah, sidenreng jaya, dll). klo sekarang bukan bus kopaja lagi melainkan bus "asli", bus besar..:D. perjalanan selama 2 hari 1 malam cukup membuat saya hingga sekarang belum merasakan petualangan dalam perjalanan ini. biayanya 200rb pas. lebih murah lagi kaan..?:D
dari gorontalo, beberapa air service melayani penerbangan ke luwuk dengan biaya 250rb, lumayan murah karena dengar2 disubsidi oleh pemda gorontalo. seminggu tiga kali juga. selain itu, yang paling diminati adalah menyeberang menggunakan kapal ferri bernama lambung "KM baronang", sebuah kapal motor milik perusahaan ASDP (byks). penyeberangan semalam suntuk itu cukup mengasyikkan. apalgi jika di atas kapal kita bisa mendapat kenalan, maka malam pun terlewatkan dengan mengobrolkan banyak hal. ilmu dan pengetahuan pun akan bisa dengan derasnya mengalir. saya biasa ngobrol dengan abk yang memang biasa begadang sampe pagi. kapal berangkat dari gorontalo pukul 8 tepat dan merapat di luwuk sektiar jam 6 pagi. biaya 60ribu akan terasa murah sekali mengingat perjalanan ini sangat menyenangkan dan ngangeni (javascript, bikin kangen) biarpun ombak sedang besar dan kapal sedikit bergoyang2, bahkan akan sedikit "menantang". kapal besar tersebut seperti halnya ferri2 yang lain, biasa digunakan untuk menyeberang berbagai kalangan, mulai dari truk2 besar, pedagang, pelancong, maupun pemudik. kapasitasnya yang ratusan penumpang dengan tampang kokoh cukup meyakinkan saya yang tidak bisa berenang untuk menaikinya dan menempuh perjalanan semalaman menggunakan kapal motor ini.
pagi merapat di pelabuhan pagimana, luwuk sudah ditunggu banyak angkutan (kelas kijang kapsul) untuk mengantarkan penumpang ke bunta (1 jam perjalanan arah palu) maupun ke kota luwuk. maklum, dari pelabuhan pagimana ke kota luwuk masih jauh, sekitar 2 jam perjalanan darat. jalur darat pagimana-luwuk biasanya membuat penumpang yang tidak biasa menempuh jalur ini menjadi mabok darat, jalan berliku2 dan naik turun gunung serta masih jetlag kapal ferri yang jadi penyebabnya.oia, biayanya 20ribu. tiba di luwuk tidak langsung ke kotanya melainkan di terminal luar kota. untuk ke kota harus ganti angkutan, yaitu taxi (begitulah orang sini menyebut angkutan dalam kota) atau naik ojeg, biayanya 2.500 diantar sampai tujuan.
selain berbagai angkutan di atas juga bisa menggunakan kapal laut. yang mampir di luwuk antara lain:
- sinabung : bitung menado-bangkep luwuk (semalam lagi naik ferri ke luwuk)-kendari-makasar-bali-surabaya-jakarta pp
- tilongkabila: menado-gorontalo-luwuk (pelabuhan luwuk)-kendari-makasar-bali pp
berhubung saya belom pernah mengingat butuh waktu yang banyak, maka angkutan dengan kapal laut ini tidak terlalu saya bahas, apalagi moda angkutan ini kurang populer..:D
KOTA LUWUK
ketika kita memasuki wilayah kota luwuk baik dari arah pagimana (timur) maupun dari arah bandara (barat), kita akan disambut oleh pemandangan alam kota luwuk yang berupa pantai, laut, dan deretan pegunungan yang indah menawan (bukan indah setyorini teman saya). kemilau pantulan cahaya matahari yang bersinar cerah di perairan lepas cukup menggoda hati untuk segera berganti baju dan melompat ke laut. pantainya yang berpasir putih serta gugusan pohon nyiur serta burung2 laut yang terbang kesana kemari membuat kita terbayang indahnya pantai2 di hawaii, west coast line, ataupun di costarica (halah..kaya dah pernah ke sana saja..:D) sementara dari sisi yang lain sejuknya angin pegunungan berhembus sungguh menyegarkan. benar2 jauh berbeda bila dibandingkan dengan udara di kota2 besar yang sudah penuh dengan polutan, baik dari asap kendaraan, asap pabrik, maupun suara2 bising perkotaan. sementara itu tampak di kejauhan rumah2 mengisi kota, diselingi pepohonan. sungguh kota yang masih asri, sejuk, dan indah..
suasana kota kecil yang tertata rapi dan bersih ini sungguh nyaman. apalagi ditambah cuaca yang hampir selalu cerah, benar2 membuat hati cerah juga. begitu kita memasuki kota kita akan disuguhi rumah2 sederhana yang tertata rapi. sesekali diselingi jembatan kecil yang melintasi sungai yang mengalir dari pegunungan dibelakang sana ke laut. jalanan dipenuhi orang2 yang berlalu lalang, ada yang hendak berangkat ke kantor, adik2 berangkat ke sekolah, kuliah, ataupun orang yang berangkat ke pasar. tergambar keceriaan, keramahan, dan kesederhanaan masyarakat kota kecil ini.
berjalan ke tengah kota lagi terdapat simpang lima dimana di tengah2 persimpangan jalan itu berdiri tugu adipura. ya..benar..kota luwuk merupakan salah satu penerima anugerah adipura ini. kota yang bersih ini bahkan saya rasa jauh lebih bersih dari palu. dari simpang lima tersebut tampak lapangan gelora (gelanggang olahraga), yaitu fasilitas olahraga umum dari lapangan pencak silat, tenis lapangan,bola basket, dan bola voli. di lapangan pencak silat tersebut berdiri dengan megah dinding panjat yang biasa saya gunakan latihan manjat. dinding panjat setinggi 13an meter tersebut baru berdiri mei 2005 dalam rangka lomba panjat dinding piala bupati tingkat sulawesi.
masih sejalan dengan gelora tersebut terdapat kantor bupati kabupaten banggai yang juga tampak di video klip lagu2 luwuk yang saya upload beberapa waktu lalu. di seberang dan kanan kirinya berbagai kantor dinas pemerintah terletak di situ. juga luwuk trade center, yang baru berdiri beberapa bulan lalu, berada di seberang kantor bupati (klo lagi istirahat rame pegawai pemda jaln2 kesini, ada yang sekedr jalan, ada yang maksi, dll). KPPN luwuk sejalan juga namun setelah melewati perempatan, tepat di salah satu sudut perempatan.
jika terus berjalan maka kita akan sampai do komplek pertokoan. hampir semua macam barang dagangan ada di sini, dari barang kelontong, bahan bangunan, optik, pakaian, sepatu, elektronik, kendaraan, bahkan wanita (berkedok salon plus panti pijat). yang membuat saya heran, toko di di sini ga kaya di jawa yang jika jualan perhiasan ya jual perhiasan doang, jual alat olahraga yang alat olahraga saja, dsb. di sini toko baju bisa juga jual barang kelontong, alat orahraga, dan mebel. sesuatu yan baru saya temui di sini.
kota luwuk sedemikian kecil hingga untuk mengelilingi seluruh jalan utama di kota ini cukup memakan waktu setengah hari saja..:D jalan ir sukarno di depan kantor bupati adalah jalan poros, jalan protokol klo boleh disebut demikian. kemudian dua jalan utama yang lebih kecil sejajar jalan poros tersebut. selebihnya adalah jalan2 kelas III. jadi kotanya lumayan kecil bukan? :)
PENDUDUK
jumlah penduduk kota luwuk, dikotanya doang, sekitar 200ribu jiwa, ini menurut teman saya yang kerja di BPS. mata pencaharian sebagian besar penduduk dewasa di luwuk adalah pegawai pemerintah, tukang ojeg, pagawai swasta, sopir taxi, pedagang, buruh, kuli, dan lainnya. tingkat kesejahteraan penduduk boleh dibilang sudah cukup melihat sebagian besar penduduk sudah terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papannya. sebagian besar rumah2 penduduk berdinding kayu dan beratap seng (yang rumahnya genteng pasti orang kaya banget). kantor2 pemerintah pun juga semuanya beratap seng. rumah berdinding kayu/papan bukan ukuran orang tersebut kaya atau miskin. soalnya banyak yang berumah kayu tapi motornya keren, hape pun seri2 terbaru dengan kisaran harga 2,5juta keatas. mungkin rumah kayu sudah jadi bagian dari adat atau entahlah.
gengsi menjadi bagian takterpisahkan dari masyarakat luwuk. barangkali itu pula yang membuat orang2 lebih memilih memiliki barang2 sekunder yang bagus2 (kendaraan, gadget, jam tangan, dll) daripada membuat rumah yang megah. para kawula muda lebih suka memakai sepatu bermerek luar negeri seperti puma, adidas, nike, dll walaupun tembakan daripada memakai merek2 lokal tapi asli. pula, trend berlangsung cepat di sini, ketika ada satu trend di tivi, baik mode, motor, gadget, dsb, langsung berbondong2 orang berusaha memilikinya. sungguh suatu masyarakat yang (sok) metropolis, (sok) trendi, materealistis, dan menjunjung tinggi gengsi.
gengsi yang tinggi itu pula barangkali yang membuat hampir tidak ada pengemis, gelandangan, dan pemulung di luwuk. bekerja keras merupakan satu etos yang benar2 dilaksanakan.
penduduk kota luwuk merupakan suku bangsa yang majemuk, ada orang saluan, orang balantak, orang, gorontalo, orang manado, orang jawa, orang cina, orang bali, orang arab, orang toraja, orang bugis, dll. agamapun juga beragam, sebagian besar beragama islam, kristen, katholik, dan hindu, ada juga buddha, bahkan agnostik. keragaman dan kemajemukan itulah yang menjadikan luwuk kaya budaya, kaya adat istiadat. barangkali kemajemukan itu yang menjadikan luwuk tetap adem ayem ketika poso bergejolak dan rusuh, bahkan banggai kepulauan yang letaknya paling dekat juga rusuh beberapa waktu lalu.
nilai2 kekeluargaan masih kental terasa walaupun di kotanya. orang tak saling kenalpun bisa bertegur sapa dan berbicara dengan santai layaknya sudah lama berkenalan. sesuatu yang sangat sulit kita temui di kota besar.
masyarakat sudah lumayan sadar politik, bisa dilihat dari antusiasme masyarakat ketika menjelang pesta demokrasi pemilihan bupati beberapa bulan silam. dan juga terlihat dari beberapa kali masyarakat ataupun elemen mahasiswa melakukan unjuk rasa di jalan, entah menentang kebijakan DPRD yang tidak memihak rakyat, ataupun unjuk rasa menentang kebijakan bupati.
HIBURAN
tak banyak hiburan yang bisa dinikmati di kota luwuk ini. yang paling populer adalah kawasan wisata kilolima yaitu pantai dengan deretan kafe-kafe-nya. kemudian ada Batu Tikar, yaitu suatu air terjun yang sangat indah karena berupa bebatuan bersaf2 yang mirip tikar berundak2. ada juga Tangga Seribu, suatu tanjakan dengan bendungan diatas gunung dan untuk mencapainya kita harus jalan kaki melalui tangga dengan anak tangga yang sangat banyak dan menanjak. di sisi timur ada kawasan Keles, juga dikenal sebagai Jalur Dua, tempat pacaran di malam minggu karena letakknya di atas bukit di belakang kota sehingga pemandangan di kala malam hari sangat indah karena tepat di "atas" kota. selain kawasan2 di dalam kota tersebut ada juga kawasan yang agak ke luar kota di antaranya kawasan wisata Salodik. sebenarnya pemandangannya biasa saja namun karena letaknya di pegunungan membuat udara di kawasan tersebut sangat sejuk dan dingin.
kawasan wisata kilolima memang terletak lima kilometer dari pusat kota. pantai berkafe2 ini sejuk karena rindang
EVENT
FOODS N BEVERAGES
--to be continued n editted--

